Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) memainkan peran vital dalam memastikan institusi pendidikan menjadi tempat yang sehat dan kondusif. HAKLI menyadari bahwa kondisi fisik sekolah sangat memengaruhi kualitas belajar-mengajar. Mereka berfokus pada sanitasi dan kebersihan sebagai pilar utama untuk menciptakan Lingkungan Belajar yang nyaman dan asri.
HAKLI memulai strateginya dengan melakukan asesmen sanitasi yang komprehensif di sekolah. Hal ini mencakup pemeriksaan kualitas air, kondisi toilet, dan sistem pengelolaan sampah. Data dari asesmen ini menjadi peta jalan untuk menentukan intervensi yang paling tepat dan efisien. Langkah ini krusial untuk mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan segera.
Salah satu fokus utama HAKLI adalah implementasi Program Adiwiyata. Mereka mendampingi sekolah untuk mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari. Tujuannya adalah menanamkan kesadaran dan perilaku ramah lingkungan secara berkelanjutan, menjadikan setiap warga sekolah agen perubahan.
HAKLI juga menggencarkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada seluruh warga sekolah. Pelatihan mencuci tangan yang benar, pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan menjaga kebersihan kantin adalah bagian penting dari program ini. Ini membentuk fondasi budaya bersih di institusi pendidikan tersebut.
Pengelolaan sampah yang terpadu merupakan komponen tak terpisahkan dari strategi HAKLI. Mereka mendorong pemilahan sampah organik dan anorganik dari sumbernya. Bahkan, HAKLI sering memfasilitasi pembuatan kompos dari sampah organik, mengubah limbah menjadi sumber daya untuk penghijauan sekolah.
Kualitas udara dan penataan ruang terbuka hijau pun menjadi perhatian serius. HAKLI mendukung inisiatif penanaman pohon, pembuatan biopori, dan kebun sekolah (urban farming). Inisiatif ini tidak hanya memperindah, tetapi juga memastikan lingkungan sekolah memiliki udara yang bersih, sejuk, dan alami.
Kolaborasi multi-pihak adalah kunci keberhasilan HAKLI. Mereka bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, komite sekolah, hingga orang tua siswa. Sinergi ini menjamin bahwa upaya mewujudkan lingkungan belajar asri mendapat dukungan luas, baik dari sisi kebijakan maupun implementasi di lapangan.
