Sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, Bali selalu menjadi tujuan utama bagi keluarga yang ingin menikmati masa liburan, termasuk mereka yang membawa bayi dan balita. Namun, bagi orang tua, memilih tempat menginap bukan sekadar soal pemandangan yang indah atau kolam renang yang luas, melainkan tentang jaminan kesehatan lingkungan di dalam kamar. HAKLI Denpasar baru-baru ini melakukan tinjauan mengenai standar sanitasi perhotelan untuk mengedukasi wisatawan mengenai pentingnya memilih hunian yang memenuhi kriteria Kamar Hotel Sehat. Fokus utamanya adalah perlindungan terhadap risiko serangan asma dan iritasi kulit yang sering kali disebabkan oleh keberadaan mikroorganisme tak kasat mata di dalam fasilitas penginapan.
Salah satu ancaman terbesar yang sering ditemukan di kamar yang tidak terawat dengan baik adalah tungau debu rumah (dust mites). Makhluk mikroskopis ini sangat menyukai tempat-tempat yang hangat dan lembap seperti kasur, bantal, serta karpet tebal yang sering menjadi interior standar hotel mewah. Para ahli kesehatan lingkungan dari Denpasar menekankan bahwa bayi memiliki kulit yang jauh lebih sensitif dan sistem pernapasan yang belum sempurna dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, memastikan tempat tidur benar-benar bebas tungau adalah langkah krusial agar liburan tidak berubah menjadi drama medis akibat munculnya ruam merah atau batuk-batuk pada si kecil.
Lantas, apa saja rahasia di balik kamar hotel yang benar-benar terjaga kesehatannya? HAKLI mengungkapkan bahwa hotel yang berkualitas seharusnya menggunakan pelindung kasur (mattress protector) yang bersifat hypoallergenic dan kedap air. Selain itu, frekuensi pencucian seprai dan sarung bantal dengan air panas di atas 60 derajat Celcius adalah syarat mutlak untuk membunuh kuman dan tungau secara efektif. Wisatawan disarankan untuk memperhatikan sirkulasi udara di dalam kamar; pastikan AC memiliki filter yang bersih dan tidak ada aroma apek yang menandakan adanya pertumbuhan jamur. Kamar yang sehat adalah Kamar Hotel Sehat yang memiliki kontrol kelembapan yang baik agar risiko alergi untuk bayi dapat ditekan seminimal mungkin.
Selain masalah tempat tidur, HAKLI Denpasar juga menyoroti penggunaan karpet pada lantai kamar. Karpet yang tidak dibersihkan dengan teknologi vacuum cleaner bersertifikat HEPA (High-Efficiency Particulate Air) justru akan menjadi gudang debu dan kuman yang dapat terbang di udara saat diinjak. Bagi keluarga yang membawa bayi yang sedang belajar merangkak, sangat disarankan untuk memilih kamar dengan lantai kayu atau parket yang lebih mudah dibersihkan dan dipantau kesterilannya. Kebersihan area toilet dan bathtub juga tidak boleh luput dari pengamatan; pastikan tidak ada sisa air yang menggenang atau noda hitam pada nat keramik yang bisa menjadi media persebaran bakteri.
