HAKLI Denpasar Gelar Workshop Pemilahan Limbah Bagi Pelaku Usaha Kuliner

Denpasar sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata di Bali menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, terutama yang dihasilkan dari sektor jasa boga. Pertumbuhan restoran, kafe, dan warung makan yang pesat memberikan kontribusi signifikan terhadap volume sampah harian kota. Menanggapi kondisi tersebut, HAKLI Denpasar mengambil peran strategis dengan menyelenggarakan sebuah kegiatan edukasi intensif yang ditujukan khusus bagi para Pelaku Usaha Kuliner di sektor makanan dan minuman untuk memperbaiki tata kelola sisa produksi mereka.

Kegiatan HAKLI Denpasar ini menekankan bahwa tanggung jawab terhadap lingkungan harus dimulai dari hulu, yaitu dari dapur tempat makanan diproduksi. Banyak pengusaha kuliner yang selama ini hanya fokus pada kualitas rasa dan pelayanan, namun kurang memperhatikan bagaimana sisa bahan baku dan sisa makanan dikelola setelah jam operasional berakhir. Melalui pelatihan ini, para peserta diajak untuk memahami bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber penyakit dan mencemari estetika kota yang menjadi modal utama pariwisata Bali.

Fokus utama dari pertemuan ini adalah memberikan panduan teknis mengenai metode pemilahan limbah yang benar di area komersial. Seringkali, sampah organik seperti sisa sayuran dan tulang dicampur begitu saja dengan sampah anorganik seperti plastik kemasan atau botol kaca. Pemilahan sejak dini di area dapur sangat krusial untuk memudahkan proses pengolahan selanjutnya. Limbah organik dapat dialihkan menjadi bahan baku kompos atau pakan ternak, sementara limbah anorganik yang bersih memiliki nilai ekonomi lebih tinggi jika disalurkan ke bank sampah atau industri daur ulang.

Para pelaku usaha kuliner juga diberikan edukasi mengenai penanganan limbah cair, terutama minyak goreng bekas (jelantah) dan air cucian yang mengandung lemak tinggi. Membuang limbah minyak langsung ke saluran drainase kota adalah tindakan yang sangat merugikan karena dapat menyumbat saluran dan menyebabkan bau tidak sedap. Sekolah kesehatan lingkungan ini memberikan solusi berupa pemasangan alat penyaring lemak sederhana atau grease trap yang wajib dimiliki oleh setiap dapur komersial guna memastikan air yang keluar ke saluran umum sudah dalam kondisi yang lebih bersih.