Drainage Day: Bersihkan Sedimen Saluran Air ala HAKLI Denpasar

Menghadapi musim penghujan di wilayah urban seperti Denpasar, permasalahan banjir dan genangan air sering kali menjadi momok menakutkan. Penyebab utamanya bukan hanya curah hujan yang tinggi, melainkan sedimen yang menumpuk di dasar saluran air sehingga mengurangi kapasitas alir secara drastis. HAKLI Denpasar mengambil langkah proaktif dengan menginisiasi kegiatan bertajuk Drainage Day. Ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan sebuah aksi sistematis yang melibatkan pakar kesehatan lingkungan dan masyarakat setempat untuk memastikan saluran air tetap berfungsi dengan optimal.

Drainage Day dilakukan dengan pendekatan teknis yang terukur. Sebelum pembersihan dimulai, tim dari HAKLI melakukan survei titik-titik mana saja yang mengalami sedimentasi paling parah. Banyak masyarakat yang mengabaikan tumpukan pasir, sisa material bangunan, dan sampah plastik yang mengendap di dasar selokan, padahal tumpukan inilah yang perlahan-lahan menyumbat aliran air. Dengan alat yang sesuai, para sukarelawan membersihkan endapan tersebut secara manual maupun menggunakan alat penyedot vakum khusus agar tidak merusak struktur dinding saluran.

Dalam pelaksanaannya, Denpasar menekankan pentingnya edukasi bagi warga di sekitar saluran. Banyak warga tidak sadar bahwa membiarkan tanah terbuka atau menaruh material bangunan di pinggir jalan tanpa penutup akan menyebabkan erosi saat hujan, yang kemudian berakhir menjadi sedimen di dalam selokan. Melalui kegiatan ini, HAKLI memberikan pemahaman bahwa menjaga kebersihan saluran adalah tanggung jawab kolektif. Warga diajarkan untuk memasang jaring penahan sampah di titik-titik strategis agar limbah padat tidak masuk ke saluran utama, yang nantinya akan memudahkan proses perawatan rutin ke depannya.

Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi para ahli kesehatan lingkungan untuk memetakan kondisi sanitasi kota. HAKLI memanfaatkan momen ini untuk mendata titik saluran yang memerlukan perbaikan struktur atau pelebaran kapasitas. Data ini kemudian diusulkan kepada pemerintah kota sebagai rekomendasi perbaikan infrastruktur jangka panjang. Pendekatan berbasis data ini menjadikan program Drainage Day bukan hanya sebagai aksi jangka pendek, melainkan bagian dari perencanaan kota yang berkelanjutan demi meminimalisir risiko banjir yang sering merugikan warga dan pelaku ekonomi.