Demam Gigitan Tikus: Infeksi Bakteri dari Cakaran dan Gigitan yang Tidak Boleh Disepelekan

Tikus adalah hewan yang sering dianggap remeh, tetapi ancaman kesehatannya nyata. Demam gigitan tikus (rat-bite fever) adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri dari gigitan tikus atau cakaran. Kondisi ini sering kali disepelekan, padahal dapat berakibat serius jika tidak ditangani dengan benar.

Penyebab utama demam gigitan tikus adalah bakteri Streptobacillus moniliformis atau Spirillum minus. Bakteri ini masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka akibat gigitan tikus yang terinfeksi. Cakaran tikus juga bisa menjadi media penularan, terutama jika ada luka yang terbuka.

Gejala penyakit ini biasanya muncul dalam 3 hingga 10 hari setelah terpapar. Penderita akan mengalami demam tinggi, menggigil, nyeri otot, dan sakit kepala. Hal yang membedakan adalah munculnya ruam pada telapak tangan dan kaki. Gigitan tikus yang tidak diobati bisa memicu gejala ini.

Ada dua bentuk demam gigitan tikus. Bentuk pertama, yang disebabkan oleh Streptobacillus moniliformis, sering disebut Haverhill fever. Bentuk kedua, yang disebabkan oleh Spirillum minus, dikenal dengan nama Sodoku. Kedua bentuk ini memiliki gejala yang serupa, namun tingkat keparahannya bisa berbeda.

Demam gigitan bisa menjadi kondisi serius jika tidak diobati. Infeksi dapat menyebar ke organ lain, seperti jantung, paru-paru, dan otak. Ini dapat menyebabkan komplikasi seperti endokarditis, miokarditis, atau pneumonia. Gigitan perlu segera ditangani.

Jika Anda mengalami gigitan atau cakaran, segera bersihkan luka dengan air mengalir dan sabun. Berikan antiseptik untuk mencegah infeksi. Meskipun lukanya terlihat kecil, penting untuk segera mencari pertolongan medis. Diagnosis dan pengobatan dini sangat krusial.

Pencegahan terbaik adalah menghindari kontak dengan tikus. Jaga kebersihan lingkungan rumah dan tempat kerja. Tutup semua celah yang bisa menjadi pintu masuk tikus. Pastikan makanan disimpan di wadah yang aman dan kedap udara, agar tikus tidak tertarik.

Jangan pernah mencoba menangkap tikus dengan tangan kosong. Gunakan perangkap atau alat pelindung diri jika diperlukan. Jika Anda menemukan tikus mati, buang dengan hati-hati menggunakan sarung tangan dan kantong plastik tertutup. Gigitan bisa dihindari dengan langkah-langkah ini.