Bali sebagai pusat pariwisata internasional menempatkan aspek estetika dan kebersihan lingkungan sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerahnya. Masalah pencemaran air, khususnya yang berkaitan dengan partikel padat tersuspensi dalam limbah cair, menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan lingkungan di ibu kota provinsi. Air limbah yang keruh bukan hanya merusak pemandangan di sungai-sungai kota, tetapi juga menghalangi penetrasi cahaya matahari yang sangat dibutuhkan oleh ekosistem perairan. Untuk menjawab tantangan ini, diperlukan perangkat pemantau yang mampu memberikan data objektif mengenai tingkat kejernihan air secara cepat di lapangan. Hal inilah yang menjadi solusi kekeruhan limbah yang kini sedang dioptimalkan untuk menjaga kualitas perairan di kawasan wisata dan pemukiman.
Dalam menjalankan mandat pengawasan tersebut, HAKLI Denpasar telah melakukan pembaruan pada inventaris alat lapangan mereka guna meningkatkan akurasi inspeksi sanitasi. Fokus utama diarahkan pada penggunaan turbidimeter portabel terbaru yang memiliki kemampuan pembacaan unit kekeruhan nephelometrik (NTU) dengan resolusi tinggi. Alat ini menjadi instrumen vital bagi para sanitarian saat melakukan pengecekan mendadak pada outlet pengolahan limbah hotel, restoran, maupun industri kecil menengah (IKM) yang tersebar di wilayah Denpasar. Dengan desain yang ringkas, alat ini memungkinkan petugas untuk melakukan pengujian langsung di pinggir drainase atau kolam aerasi tanpa perlu membawa sampel air yang berat kembali ke laboratorium.
Penerapan teknologi ini oleh para praktisi kesehatan lingkungan di Bali memberikan dampak yang signifikan terhadap efektivitas penegakan aturan lingkungan. Turbidimeter ini bekerja dengan prinsip hamburan cahaya, di mana sensor akan mendeteksi seberapa banyak partikel halus yang melayang dalam cairan limbah. Di Denpasar, data dari alat ini digunakan untuk memverifikasi apakah sistem filtrasi pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) bekerja dengan optimal atau memerlukan perawatan. Jika nilai kekeruhan melebihi ambang batas yang ditetapkan dalam Peraturan Gubernur, tim HAKLI dapat segera memberikan rekomendasi teknis perbaikan kepada pihak pengelola guna mencegah dampak pencemaran yang lebih luas di muara-muara sungai yang bermuara ke laut.
Selain memantau limbah industri dan komersial, alat ini juga dimanfaatkan untuk pengawasan kualitas air baku di sungai-sungai yang melintasi kota. Curah hujan yang tinggi sering kali membawa material sedimen ke sungai, yang jika tidak dipantau, dapat mengganggu proses pengolahan air bersih oleh perusahaan daerah.
